27 Juli 2009

KSK atau Kelompok Studi Kreatif ialah suatu sistem yang diformat untuk merakit sumber daya manusia yang kreatif, dinamis, ikhlash, ingin maju dan berwawasan ke depan. Ia merupakan gagasan dalam rangka mendorong berkembangnya budaya akademik, yang nampaknya kini masih jauh bandingannya dari budaya politis. Disamping ia juga dapat memacu kreativitas dan produktivitas intelektual, khususnya di kalangan akademisi, serta pemasaran produk intelektual itu ke tengah masyarakat.
Melalui KSK juga, diupayakan sebagai wahana pengenalan terhadap dunia luar, yang kelak mampu diharapkan terjalinnya hubungan kerjasama dengan beberapa pihak terkait, dengan prospek yang saling menguntungkan.

Disamping terkait juga dalam turut merintis profesionalisme dan lapangan kerja bagi siapa saja yang menggelutinya. penataan wadah KSK, perekrutan peserta bimbingan, pelaksanaan kegiatan internal, pelaksanaan kegiatan eksternal, dan pengembangan.

1. Latar Belakang KSK

a. Kekuatan

Jika dicermati lebih seksama, peminat untuk pengembangan potensi mahasiswa di bidang akademik yang berbasis profesi, dewasa ini berkembang relatif semakin besar. Sementara jika diupayakan, keberadaan tenaga pembimbing pun, baik alumni maupun dosen nampaknya bisa memadai. Sementara untuk peluang kerjasama dengan pihak terkait juga sangat terbuka untuk dijajaki.

b. Kelemahan:

Sampai saat ini, nampaknya belum ada suatu pola pengembangan potensi yang dapat dikembangkan secara swa-mandiri dalam bidang akademik oleh mahasiswa. Sementara potensi yang ada, masih memerlukan adanya bimbingan, binaan dan pengembangan.

Karena keadaan demikian, maka berbagai potensi yang ada (baik mahasiswa, BEM, alumni, maupun para dosen dan unit kerjasama), masih belum cukup termanfaatkan, sebagai lahan pengembangan budaya akademik. Kondisi ini juga ditunjang oleh belum optimalnya pemanfaatan sistem kerjasama internal jurusan maupun eksternal yang dibuat secara konkret dan saling menguntungkan. Ini berarti pula masih membuka peluang untuk adanya terobosan-terobosan baru.

c. Peluang:

Keberadaan suatu perguruan tinggi yang memiliki Tri Dharma, pada dasarnya merupakan “gudangnya” konsep-konsep. Sehingga wajar jika, berbagai sumber daya yang ada di suatu perguruan tinggi, dapat memberikan akses intelektualnya ke masyarakat. Salah satu cara untuk itu, insan akademisnya terlibat dalam pengenalan dan pengembangan profesionalitas jurusan. Sementara berbagai sumber daya yang ada di dalamnya diberi motivasi, pembinaan, bimbingan, pelatihan dan pengembangan di bidang profesi masing-masing, yang tidak hanya untuk pengerjaan tugas-tugas, tetapi juga untuk dikenalkan dengan dunia nyata.

Saat ini, berbagai lahan pengenalan garapan profesi BPI ada di berbagai tempat. Sementara itu, adanya sejumlah dosen muda dan alumni praktisi, juga merupakan peluang untuk dapat dimintai kesediannya untuk membantu program pengembangan KSK.

d. Tantangan:

Memasuki era informasi dan globalisasi, profesinalitas civitas akademika, suatu jurusan di perguruan tinggi sangat dinantikan masyarakat. Antara lain, dengan itu pula masyarakat dapat menilai kualitas suatu jurusan di perguruan tinggi.

e. Alternatif:

Sebagai jalan keluarnya, sudah saatnya diadakan suasana yang mengarah pada terciptanya iklim akademis, yang memberikan motivasi kepada kegairahan mengembangkan minat, bakat dan budaya akademik. Disamping adanya suatu pola latihan dan bimbingan yang sistemik, yang mengarah kepada penumbuhkembangan skill mahasiswa di bidang profesi yang digandrungi. Selain itu, diperlukan juga adanya suatu sistem kerjasama dengan pihak luar, yang akan saling menguntungkan. Pola itu sebaiknya dapat dikembangkan dari dan oleh mahasiswa secara kreatif, melalui kelompok-kelompok yang aktif dan kreatif, dengan motivasi serta bantuan dan penghargaan dari pihak struktural kampus.

Gagasan alternatif di atas, selanjutnya dapat diformulasikan dalam suatu bentuk sistem kerja, seperti KSK (Kelompok Studi Kreatif). Ia merupakan sebuah istilah bagi sebuah sistem yang jika telah diaplikasikan dalam kelompok-kelompok nyata, penamaannya dapat disesuaikan dengan kreasi masih-masing kelompok. KSK itu pada dasarnya, sebuah format yang dapat dikembangkan di mana dan oleh siapa saja, terutama kalangan mahasiswa dan insan akademis, dengan indikasi: “Semakin banyak yang mendirikan sistem semacam KSK, maka akan semakin baik bagi tumbuhnya persaingan yang sehat dan pembangunan budaya akademik yang semakin produktif dan kualitatif”.


2 Comments:

  1. RIZKY ANDANA POHAN said...
    saya berpendapat prodi BPI ini kurang disosialisasikan pada masyarakat maupun pemerintah,sehinnga lulusan BPI kurang mendapat tempat untuk menjadi PNS.
    Sukron Abdilah said...
    ya....jujur saja...selama saya menjadi mahasiswa BPI sampai sekarang...menjadi PNS bukan tujuan. ada lapangan pekerjaan lain. anak2 BPI harus mampu menciptakan lapangan kerja....bikin jasa konseling...pasti mantap. sembari terus berusaha kalau memang menjadi PNS adalah cita-citanya. terima kasih!

Post a Comment